advertorial

KARYA SISWA SMK
SMKN 2 Wonogiri Tetap Fokus ke Mesin Pertanian

Kepala SMKN 2 Wonogiri, Dikin, menunjukkan mesin pertanian hasil karya siswanya, Selasa (6/3). Pihaknya lebih berkonsentrasi pembuatan mesin tepat guna untuk mendukung Wonogiri yang merupakan wilayah agraris. (JIBI/SOLOPOS/Ayu Abriyani KP)Kepala SMKN 2 Wonogiri, Dikin, menunjukkan mesin pertanian hasil karya siswanya, Selasa (6/3). Pihaknya lebih berkonsentrasi pembuatan mesin tepat guna untuk mendukung Wonogiri yang merupakan wilayah agraris. (JIBI/SOLOPOS/Ayu Abriyani KP)

WONOGIRI – Di tengah hiruk pikuk pemberitaan mengenai karya siswa SMK berupa mobil Esemka, SMKN 2 Wonogiri lebih memilih berkonsentrasi pada proyek lain berupa pembuatan mesin tepat guna yakni mesin-mesin pertanian murah.

Kepala SMKN 2 Wonogiri, Dikin, menyatakan sedang mempersiapkan pengembangan mesin-mesin tepat guna terutama untuk pertanian serta kegiatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Hal itu ia lakukan untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Wonogiri yang mayoritas agraris.

Sarana untuk pertanian yang akan dibuat SMKN 2 adalah traktor tangan. Pihaknya pun telah menggandeng perusahaan pengecoran logam untuk membuat rangka traktor tangan itu. Hanya, saat ini perancangan dan pembuatan sarana pertanian itu belum dilakukan karena masih menunggu penyelesaian gedung yang akan menjadi bengkel utama SMKN 2 Wonogiri.

“Saya belum dapat memastikan berapa harga untuk hand tractor SMKN 2. Yang pasti, harganya jauh berada di bawah harga pasaran tanpa mengesampingkan sisi kualitas,” katanya, Selasa (6/3/2012). Selain itu, siswa SMKN 2 juga telah menghasilkan beragam peralatan tepat guna lainnya seperti mesin pencacah rumput, mesin perontok padi, mesin perontok jagung dan mesin penyayat singkong. Juga mesin pencacah kertas dan mesin penghancur sampah. “Kami sudah banyak menjual mesin hasil karya siswa tersebut. Seperti mesin pencacah rumput dan sampah yang merupakan pesanan Pak Subandi PR (seorang anggota DPRD Jawa Tengah-red),” terangnya.

Terkait perakitan mobil, Dikin mengatakan, siswanya tengah merakit mobil double cabin di sebuah bengkel karoseri di Wonogiri. “Kami juga memesan satu mobil utuh dari China beserta komponennya untuk satu unit SUV, tiga minitruk, dan dua mini bus. Untuk mobil, kami masih gunakan untuk pendidikan atau sarana belajar siswa. Tapi, jika ada rencana untuk industri mobil nasional SMK, maka akan kami dukung,” imbuhnya.

JIBI/SOLOPOS/Ayu Abriyani KP