KURIKULUM 2013: Ingin Ikut Memberikan Usulan dan Saran? Ini Caranya

Nenden Sekar Arum N/JIBI/SOLOPOS 13

Pengantar uji publik Kurikulum 2013. (kurikulum2013.kemdikbud.go.id)SOLO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk ikut memberikan saran atau usulan terkait penyusunan kurikulum pendidikan 2013. Ini tentu kesempatan yang sangat bagus bagi siapa pun yang peduli dengan peningkatan mutu pendidikan bangsa ini untuk ikut memberikan pertimbangan dan pemikiran.

Lantas bagaimana langkah untuk bergabung dalam Uji Publik Kurikulum 2013 itu? Berikut ini cara-caranya:

- Akses laman http://kurikulum2013.kemendikbud.go.id

- Pada halaman pengantar ada penjelasan mengenai perubahan kurikulum, dan pada halaman yang sama masyarakat dapat mengunduh rancangan kurikulum yang baru

- Sebelum memberikan komentar, pengunjung diharuskan melakukan pendaftaran dengan mengisi identitas melalui laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id/register atau dengan menekan tombol biru bertuliskan register di pojok kanan atas layar.

- Pada bagian bawah setiap slide disediakan dua kolom yang berisi mengenai penjelasan tentang slide yang ditampilkan, dan kolom komentar yang bisa diisi tanggapan masyarakat umum.

- Setiap memberikan komentar, masyarakat harus membubuhkan dua kata yang ditampilkan sebagai aplikasi proteksi yang melindungi dari spam atau komentar sampah.

- Setelah itu komentar akan segera muncul pada kolom komentar di bagian bawah masing-masing slide. Komentar itu yang kemudian akan direkam dan digunakan untuk pengolahan lebih lanjut oleh Kemendikbud.

13 Komentar untuk “KURIKULUM 2013: Ingin Ikut Memberikan Usulan dan Saran? Ini Caranya”

  1. seni budaya dan bahsa jawa dijadikan tidak nyambung……….seni budaya itu hanya mempelajar seni rupa, seni musik, seni tari dan teater………..dimana bahasa jawanya bapak yang terhormat………?????????

  2. ANWAR USMAN.RD.S.Pd

    Ass.Wr.Wb. Saya sebagai guru Honor yang telah mengabdi dari th 1987 sampai sekarang yang saya alami selama mengajar di beberapa sekolah SMP selama ini sudah berapa kali ganti Menteri dan sudah berapa kali ganti Kurikulum dan buku-buku paket serta berbagai metode dan model pembelajaran tidak banyak mengalami kemajuan bagi peserta didik. Kenapa demikian….???? Karena kurikulum yang disusun tidak berdasarka kebutuhan anak didik, kondisi daerah, kondisi sekolah, kemampuan anak didik, kemampuan tenaga pendidik, sarana dan prasarana, materi pelajaran dan jumlah jam pelajaran. Segala kebijakan dalam perubahan kurikulum selama ini tidak memperhatikan paktor kendala-kendala dilapangan terkesan dipaksakan dan ditumpangi dengan penuh kepentingan , apalagi diera serba demokrasi ini dunia pendidikan diobok-obok dengan kepentingan politik semata……..sehingga apa yg terjadi ???, kami sebagai pendidik hanya korban sistem. Jadi saya mengharapkan agar dalam penyusunan kurikulum 2013 ini harus benar-benar diperhatikan kepentingan dan kebutuhan anak didik serta kondisi daerah bukan kepentingan sesaaaaat, Dan jangan sampai hanya meningkatkan sejarah kurikulum bukan meningkatkan mutu pendidikan.

  3. Ketidakberpihakan pemerintah terhadap bahasa daerah sangat kelihatan dalam rancangan kurikulum 2013. Pengajaran bahasa daerah di sekolah-sekolah merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk memastikan terpeliharanya bahasa daerah. Di luar sekolah dan di luar kebijakan pemerintah akan sulit untuk memastikan terpeliharanya bahasa daerah. Apalagi untuk berkembangnya aksara daerah (aksara Sunda, misalnya) yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari bahasa daerah semakin termarginalkan. Belum lagi tatakrama, sopan-santun, dan karakter terpuji lainnya merupakan bagian yang terintegrasi dalam bahasa daerah dan tidak akan ditemukan dalam pelajaran eksata. Ciri sabumi cara sadesa, lain padang lain belalang, di mana bumi dipijak di sana langit dijunjung, pindah cai pindah tampian merupakan contoh kecil dalam budaya bangsa ini. Akankah akar budaya linuhung bangsa ini tercerabut oleh ulah bangsanya sendiri? Haruskah pemerintah mengulang-ulang kekeliruan dengan alasan pembenaran yang berawal dari kesalahan? Karena nila setitik rusak susu sebelanga, karena ulah segelintir otak yang dipelintir rusak sudah budaya bangsa. Pancegkeun basa daerah dina kurikulum sangkan hirup teu kabalinger!!!

  4. sistem penilaian jangan hanya berupa kognitif tapi lebih banyak prodak, dan kecakapan kecakapan fungsional.

  5. saya tidak setuju jika mapel bahasa jawa dihapus,jika dihapus pastinya akan menghilangkan jati diri kita sebagai orang jawa. Kenapa kita sebagai orang jawa malah menghapus jati diri kita,orang belanda saja malah mencontoh orang jawa mengapa kita sebagai orang jawa tidak mempertahankannya. nanti jika bahasa jawa diambil negara asing kita baru merasa kehilangan.seharusnya yang ada malah kita pertahankan dan memperkenalkan kenegara asing. ea generasi kita ini yang tidak tahu terima kasih sudah diwarisi budaya jawa oleh nenek moyang kita bukane dipertahankan malah dihapus.

  6. kartika ratnawati

    gimana dengan nasip kami guru mapel bahasa inggris dari SMA dimutasi ke SD

  7. siti maghfiro,S.Pd

    Tolong di pertimbangkan nasib kami guru Bahasa Inggris di SD, kalou di hapus bagaimana nasib kami! tolong untuk membuat setiap keputusan pikirkan nasib rakyat kecil..
    terima kasih atas perhatianya

  8. Aslm…Pa’ menteri sy seorang Guru Tidak tetap mapel TIK di sebuah MTs. yang sudah sertifikasi bidang TIK, di sekolah kami masih minim dengan peralatan TIK (komputer)…ingin mempertanyakan kalo Mapel TIk dihilangkan di SMP/MTs. … bagaimana nasib kami Guru TIK…apakah ada solusi yang bijak dari Bapak mengenai keberadaan kami nantinya…mohon penjelasannya…dan mohon dipertimbangkan kembali mapel TIK, klo kami guru TIK ingin agar Materi TIK tidak dihilangkan, karena sampai berapa tahun ke depan siswa masih butuh diajarkan TIK disekolah…krn mereka rata2 tidak punya komputer….Trims.

  9. Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Prof. Ir. H. Muhammad Nuh, D.E.A. Bagaimana “nasib” mata pelajaran Bahasa Jawa yang notabenenya adalah Muatan Lokal jika kelak “dimerger” dengan mata pelajaran Seni Budaya? Dan bagaimana “nasib” para guru dan calon guru Bahasa Jawa? Bahasa Jawa adalah aset kebudayaan Jawa, kebudayaan Nasional sejatinya berasal dari kebudayaan Daerah yang berintegrasi menjadi kebudayaan Nasional. Mohon ditinjau ulang rancangan Kurikulum 2013. Mohon lihat kembali Pasal 31dan 32 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Pasal 36 dan 37 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

  10. mangertia manawa wong jawa tata krama minangka jati dirine ,eling lunturing budaya dalaning naraka,luhuring budaya dalaning suwarga.lamun bahasa daerah wis ora diwulangake ing pawiyatan aja takon dosa lamun bebendu bakal teka ,awit ajining diri gumantung ing lathi ,ajining raga gumantung busana,ajining awak gumantung tumindak.maka saya mohon dengan hormat hargai bahasa daerah
    dengan cara mengajarkan bahasa daerah di sekolahan .

  11. 350.000 master teacher akan disiapkan untuk kurikulum 2013
    Ini master teacher hebat bener ya ? jangan-jangan macan ompong.
    Itu kan master teacher waktu belajar kan pake kurikulum JADUL
    Ya ………….. kasian anakku yg masih sekolah, dibuat kambing percobaan
    pak tolong dong pak, tolong dong pak.
    Bikin sekolah ini aja pak : SMAN BIKIN NUKLIR laris juga pak !

  12. Bagaimana ini kami yang ada di lapangan harus bersikap, pemerintah berkeinginan agar generasi muda jangan melupakan jati dirinya yakni salah satunya melalui budaya termasuk bahasa Jawa. Wong Jawa atur panyaruwe: Sementara kami melihat kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar (SD) dan SMP mata pelajaran muatan lokal (bahasa Jawa) ditiadakan. Terus apakah kurikulum 2013 ini sudah yakin jika muatan lokal dihilangkan kemudian untuk mata pelajaran yang lain ditambahkan alokasi waktunya pasti anak didiknya seperti yang diharapkan pemerintah? Kami belum yakin akan hal itu.Sementara untuk peserta didik yang berada di daerah karena mulok (bahasa Jawa) dihilangkan pasti akan kehilangan jati dirinya sebagai orang Jawa. Ini akan berdampak kurang pas bagi peserta didik yang berada di daerah.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+