Kurikulum Pendidikan 2013, Setiap Jenjang Sekolah Berubah

Mediani Dyah Natali/JIBI/Bisnis 6

Foto: Dokumentasi/JIBI/SOLOPOS

JAKARTA–Selama tiga pekan  ke depan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka diri menerima masukan atas perubahan kebijakan yang terjadi disetiap jenjang pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh mengungkapkan ditengah perubahan zaman, sistem pendidikan di Indonesia juga harus selalu ikut menyesuaikan.

“Mau tidak mau kita harus lakukan perubahan. Jika dibilang ganti menteri ganti kurikulum dan kebijakan, saya kira tidak masalah. Selama perubahan tersebut miliki rasionalitas yang kuat,” jelasnya saat ditemui usai melakukan sosialisasi mengenai Kurikulum 2013 di Ruang Sidang UNY, Sabtu (1/12/2012) sore.

Kedepan basis perubahan kurikulum 2013 terdiri dari dua komponen besar, yakni pendidikan dan kebudayaan. Menurutnya kedua elemen tersebut harus menjadi landasan agar generasi muda dapat menjadi bangsa yang cerdas tetapi berpengetahuan dan berbudaya serta  mampu berkolaborasi maupun berkompetisi.

Perubahan, tegas Nuh, akan dilakukan diseluruh jenjang pendidikan.  Ditingkat dasar, misalnya, 10 matapelajaran yang selama ini didapatkan siswa akan dipadatkan menjadi enam matapejaran. Meski jumlah matapelajaran berkurang, jam belajar disekolah akan bertambah menjadi empat jam per pekan. Dijenjang tersebut, matapelajaran akan dilakukan secara holistic dan integratif.

Ditingkat SMP, pemberian pelajaran akan mempergunakan Tekonologi Informasi Komunikasi (TIK) didalam kelas. Nuh menyebutkan kebijakan ini memungkinkan pemakaian laptop didalam kelas oleh siswa. Dengan harapan, wawasan siswa dapat semakin terbuka. Pemadatan matapelajaran juga dilakukan ditingkat SMP, dari 12 matapelajaran menjadi 10 matapelajaran dan pertambahan jam pelajaran menjadi 6 jam per minggu.

Sementara ditingkat SMA, siswa mendapatkan matapelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan. Dari sistem pendidikan ini, pen jurusan dijenjang pendidikan SMA tidak dilakukan. Jumlah jam untuk siswa SMK hanya bertambah sekitar 2 jam per minggu.

Khusus di SMK, penyesuaian jenis keahlian akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar atau tren saat ini. Namun seluruh siswa SMK ditiap jurusan akan mendapatkan matapelajaran umum.

“Perubahan terbaru ialah UAN (Ujian Akhir Nasional) SMK tidak dikelas 3 tetapi kelas 2. Tujuannya saat kelas 3 siswa konsentrasi menimba ketrampilan dan ikut uji kompetensi,” papar dia.

Dihadapan peserta sosialisasi yang berasal dari elemen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan, Guru dari kota dan kabupaten DIY, Nuh menjelaskan Kemendikbud membuka diri untuk menerima masukan dan kritik. Menurutnya inilah esensi penting dari proses uji publik.

Kendati demikian, Nuh menegaskan bukan berarti masukan tersebut dimaksudkan untuk menggagalkan kurikulum 2013, melainkan menyempurnakan. Proses uji publik sendiri dimulai per Kamis (29/11) dan dilakukan selama 3 minggu mendatang.

“Kami lakukan road show sosialisasi di 33 provinsi dan untuk kabupaten kota akan diberikan secara sample, karena wkatunya terbatas. Tetapi secara visual, kami juga menyediakan visual melalui website supaya bisa dikritis secara luas,” tandasnya.

 Grafis:

Elemen Perubahan

Elemen Deskripsi
SDSMPSMASMK
Struktur kurikulum (mata pelajaran dan alokasi waktu)·         Holistic dan integratif berfokus pada alam, sosial dan budaya

·         Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan sains

·         Jumlah matapelajaran dari 10 menjadi 6

·         Jumlah jam bertambah 4 jam per minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran

·         TIK menjadi media semua matapelajaran

·         Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakulikuler

·         Jumlah matapelajaran dari 12 menjadi 10

·         Jumlah jam bertambah 6 jam per minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran

·         Perubahan sistem: ada matapelajaran wajib dan matapelajaran pilihan

·         Terjadi pengurangan matapelajaran yang harus diikuti siswa

·         Jumlah jam bertambah 2 jam per minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran

·         Penyesuaian jenis keahlian berdasarkan spectrum kebutuhan saat ini

·         Penyeragaman mata pelajaran dasar umum

·         Produktif disesuaikan dengan tren perkembangan industry

·         Pengelompokan mata pelajaran produktif sehingga tidak terlalu rinci pembagiannya

Sumber: Kemendikbud

6 Komentar untuk “Kurikulum Pendidikan 2013, Setiap Jenjang Sekolah Berubah”

  1. sma kristen wamena

    perubahan itu perlu,,,,tetapi keperluan itu bukanlah perubahan. indonesia ini adalah negara bhineka tunggal ika,,,berbeda-beda tetapi tetap satu jua,,namun apakah kesatuan yang kita proklamirkan dalam pendidikan sudah memerdekakan atau malah penjajahan baru bagi kaum papa dan suku terisolir dalam mengenyam pendidikan? apakah aplikasi memeroleh pendidikan yg layak hanya pantas bagi orang jakarta dan mengesampingkan orang papua? salahkah apabila seruan merdeka dari pelosok tanah air berkumandang? karena realitanya, penegak hukum,TNI/POLRI di jakarta sibuk mengamankan persidangan para koruptor yang selalu di dampingi kemewahan dan lawyer. sementara di papua penegak hukum,TNI/POLRI sibuk mengamankan para jeritan hati dan pekik kemerdekaan demi menegakkan hak asasi manusia walau selalu di hantui laras panjang. namun,,,,mereka tetap dianggap pembuat onar dan orang paling kotor di tanah air sehingga di musnahkan sedangkan para koruptor,,,,pencuri uang rakyat,,,hidup dalam kemewahan dan perlindungan ekstra walau dalam bui sekalipun.

  2. sma kristen wamena

    enak sekali orang2 di kota besar dan IT yg sdh maju,,,seandainya pak mentri pernah terlahir di pedalaman papua,,,

  3. kalau perubahan kurikulum segera dilakukan pada TA 2013/2014 maka sosialisasi bukan sekedar pemberian pengetahuan pd berbagai pihak yg terkait.
    begitu jg untuk daerah ter[encil mungkin saja penerapan kurikulum sebelumnya belum tercapai namun dihadapkan perubahan yg terbilang cukup cepat.
    perubahan memang sangat dan perlu dilakukan terkait dengan perkembangan perekonamian & sisi peningkatan SDM yg merupakan bonus ddemografi bagi Indonesia.

    Dunia pendidikan yg memilki peran aktif & penting masih sangat memiliki cukup banyak kelemahan di berbagai sisi, berbagai penjalanan program yg perlu di tingkatkan, terjkait dengan hal budaya memang sangat perlu.

    jangan sampai menjadi manusia cerdas tak berbudaya, seperti cermin kehidupa pendidika yg gagal.

    Untuk tingkat SMA/K tolong adakan lagi penerapan materi terkait dengan budaya mereka, mungkin penambahan pada jam Sb, namun bukan ssekedar seni saja melainkan bahasa adalah hal yg sangat mampu dikembangankan.
    dialeg seni nudaya yg dulu menggunakan bahasa khas daerah berubah konteks menjadi seni dengan keasalan yg hilang.

    bukan menteri, ka-dikti, ka-sek, diknas atau jajaran tingi lainnya tp semua peran di dunia pendidikan untuk bekerjasama.
    Berubah PASTI dan PERLU dilakukan.

  4. bgmna dgn sistem pendidikan di daerah2 trpncil??jgn hnya mlihat pda perkmbgn dikota sja,semntra didaerah trpncil malh tambh para..pikirkan masyarakt yg kurang mampu(miskin)..dgn sistem pendidikan yg brubah2 mka siswa yg miskin akn brtambh ”bodoh”…

  5. klo smpai pljran bhasa daerah dihpus mungkin 3/4 thn kdpan bngsa indonesia pra pmuda akn krisis bdya. krn mrka tdk lgi mngenl budyanya sndri. Ato bhkn 4/5 thn kpdan bsa2 pra pmuda mnjual bdya daerhnya krn mrka tdk mrsa mngnal n bhkn mmlikinya lgi. tu mngkin hsil dri kuriklum 2013 yg akn ditrpkn pd sistem pnddkn di Indonesia… kita lhat sja dlu ad mapel pspb para siswa hafl btul yg nmnya sjarah bngsa.. tp pmuda skrang anak kuliah sj ad yg tdk hafl sila2 dri Pancasila.. (prnh dityngkn di tv swasta). tu lo pkn smpy skrng msh ad bgmn klo bhsa daerh hlang??? ap bdya daerh jg g akn diknl lgi??? renungkan pak mentri yg baik…..

  6. Endang Prapti S.A

    Kalau basis perubahan kurikulum 2013 terdiri dari pendidikan dan kebudayaan, dan harus menjadi landasan agar generasi muda dapat menjadi bangsa yang cerdas tetapi berpengetahuan dan berbudaya serta mampu berkolaborasi maupun berkompetisi. maka sangatlah ironis menghapus pelajaran bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa yang merupakan pengguna terbesar dalam masyarakat Indonesia. Karena bahasa merupakan salah satu dari unsur kebudayaan, yang perlu dilestarikan.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+