TANK BARU TNI AD: Leopard Revolution, Spesialis Perang Kota

R Bambang Aris Sasangka/JIBI/SOLOPOS 14

Leopard MBT Revolution (military-today.com)Kekuatan tempur TNI AD makin berotot dengan mulai datangnya tank-tank tempur terbaru buatan Jerman. Seperti diungkapkan Kementerian Pertahanan, Indonesia membeli 103 tank tempur utama (main battle tank) Leopard 2 yaitu 61 varian Leopard Revolution dan Leopard 2A4. Dengan pembelian ini, maka Indonesia menjadi negara Asia kedua yang mengoperasikan tank yang sekelas dengan M1A1 Abrams buatan AS dan Challenger dari Inggris itu. Negara Asia lain yang mengoperasikannya adalah Singapura.

Nah, ada yang istimewa dari salah satu varian yang dibeli itu yaitu Leopard Revolution. Dari segi harga, jauh lebih mahal dari varian 2A4 yaitu US$1,7 juta per buah, atau kalau dirupiahkan senilai Rp16,3 miliar per buah. Sementara varian 2A4 harganya US$700.000 atau Rp6,7 miliar per buah? Apa sih istimewanya?

Leopard Revolution adalah salah satu varian terbaru yang merupakan pengembangan dari Leopard 2A4. Tank hasil garapan pabrik senjata berat Jerman, Rheinmetall ini kali pertama diperkenalkan tahun 2010, dan menurut military-today.com sering juga disebut sebagai Leopard 2A4 Evolution. Leopard 2A4 sendiri adalah salah satu varian Leopard 2 yang paling banyak diproduksi dan dipakai di banyak negara dalam jumlah banyak.

Dari segi tampilan, memang ada perbedaan di antara kedua tank yang “bersaudara” ini. Yang paling gampang terlihat adalah pada kubah meriamnya. Varian Revolution memiliki kubah meriam yang sisinya bersudut miring dan tajam, sementara 2A4 kubahnya masih berbentuk kotak. “Visi dan misi” kedua varian ini pun berbeda. Sang “kakak” yaitu Leopard 2A4 yang dikembangkan di tahun 1980-an berangkat dari konsep peperangan era itu yaitu perang terbuka melawan Blok Timur Uni Soviet di medan terbuka. Sementara Leopard Revolution sebagai generasi tahun 2000 dirancang untuk meladeni peperangan yang pada praktiknya justru paling banyak dijalani negara-negara Barat saat ini yaitu perang gerilya dan perang kota, seperti yang dihadapi pasukan NATO di Afghanistan dan belajar dari apa yang dialami pasukan AS dan Inggris di Irak.

Leopard 2A4 (military-today.com)Pengembangan paling nyata Revolution adalah pada perangkat proteksinya, yang menggunakan lapisan komposit Advanced Modular Armor Protection (AMAP). Lapisan pelindung ini terdiri atas materi nanokeramik serta titanium dan baja alloy, yang diklaim memberikan kemampuan perlindungan yang jauh lebih baik. Karena sifatnya yang modular alias bisa dibongkar pasang, pengguna bisa memilih variasi kemampuan proteksi sesuai kebutuhan, seperti untuk menangkal granat berpeluncur roket (RPG) atau untuk peledak improvisasi (IED). Dengan sifat modularnya itu pula, seandainya lapisan proteksi itu rusak dihajar serangan musuh, perangkat itu bisa dibongkar untuk diganti baru. Dengan tambahan lapisan proteksi itu, ada konsekuensinya yaitu bobot tank yang bertambah hingga menjadi lebih kurang 60 ton, dibandingkan varian 2A4 yang sekitar 57 ton.

Sebagai senjata utama, Revolution menggunakan meriam yang sama dengan 2A4 yaitu meriam L44 smoothbore kaliber 120 mm. Meriam ini bisa menggunakan semua varian peluru standar NATO, dan tanknya mampu membekal 42 butir peluru. 15 peluru dalam kondisi siap tembak tersimpan di kubah meriam, sementara sisanya tersimpan di bagian dalam bodi. Untuk tambahan daya gempur dan bela diri ringan, tank berawak 4 orang ini juga dilengkapi senapan mesin berat kaliber 12,7 mm yang dioperasikan dengan remote control sehingga awak tank tak perlu nongol keluar untuk mengoperasikannya. Sepucuk senapan mesin kaliber 7,62 juga terpasang sejajar dengan meriam.

Untuk menjawab keraguan bahwa meriam bermodel smoothbore alias bagian dalam larasnya licin itu akurasinya di bawah meriam rifled bore atau laras berulir, Rheinmetall memasang sistem kendali penembakan yang lebih modern, yang mampu menjamin ketepatan menembak pada kesempatan pertama. Dari segi mesin, Revolution tetap menggunakan tipe yang sama dengan 2A4 yaitu mesin disel turbocharge MTU MB837 Ka501 yang berkekuatan 1.500 tenaga kuda, yang membuatnya bisa ngebut hingga kecepatan 72 km per jam di jalan mulus.

Video unjuk kemampuan sejumlah varian tank Leopard 2

Data teknis Leopard Revolution
Masuk tugas: 2010
Awak: 4 orang (komandan, pengemudi, juru tembak, juru muat peluru)
Bobot: 60 ton
Panjang (termasuk meriam): 9,7 meter
Panjang bodi: 7,7 meter
Lebar: 3,7 meter
Tinggi: 2,5 meter
Meriam: 120 mm smoothbore
Senapan mesin: 1 x 12,7 mm, 1 x 7,62 mm
Pengaturan sudut tinggi tembak: – 9 hingga + 20 derajat
Sudut putar meriam: 360 derajat
Mesin: MTU MB-837 Ka501 diesel turbocharge, 1.500 tenaga kuda
Jarak jangkau operasi: 500 km
Kemampuan jelajah medan:
Halangan vertikal: 1,15 meter
Parit: 3 meter
Kemampuan masuk air spontan: 1 meter
Kemampuan masuk air dengan tambahan perangkat: 4 meter

14 Komentar untuk “TANK BARU TNI AD: Leopard Revolution, Spesialis Perang Kota”

  1. Biar Indonesia tidak dilecehkan terus oleh negara2 tetangga dimasa depan seharusnya TNI AD juga punya tambahan MBT sebanyak 300 Tank Leopard 2A7.

  2. Lebih baguss lagi kalau indonesia bisa meciptakan tank sndiri dengan model baru dan canggihh, dengan dasar tank milik as dan rusia, karena mereka bisa mengeluarkan tank yg lbih canggih dan lebih kuat yg tak terduga yg blum di ktahui dunia,,,maupun negara lain,,,dan mengeluarkannya di saat ada peperangan,,,

  3. selain beli mbt tank dari jerman indonesia seharus nya membeli juga 10000 tank korea yang kagori mbt tank dan indonesia membuat skadron antonov an225 indonesia pesawat chargo angkut tank 70 ton

  4. bravo TNI kedepan aku harap kita bisa memiliki 5000 tank lagi. sesuai dgn luas dan teritorial negera kita ..amin !

  5. bagus sih, tapi untuk yag akan datang indonesia perlu sistem prtahanan anti rudal,karena dimasa yang akan datang perang tidak lagi saling berhadapan lansung, aku dukung indonesia untuk kembangkan senjata rudal balistik jarak jauh

    bravo TNI

  6. Semoga Indonesia punya 10000 Tank ,Amiin .

  7. Harry tengkorak hitam

    Coba tank amx 13 yang canon 75 mm atau 105 mm alat bidiknya di revolusi juga pasti tambah mantep.

  8. mantap tuh kalau Indonesia punya 103 Main Battle Tank Leopard evo… krn negara kita kepulauan, jadi tidak mungkin tank bisa menjaga antar pulau dalam waktu singkat… jadi memang dibutuhkan lebih dari 50 tank leopard untuk menjaga seluruh pulau di nusantara..
    lebih baik uang negara untuk beli tank leopard dr pd di korup.. hahaha.. yg merasa maaf ya ^ ^ v

  9. L eo…l eo…leo…leopard

  10. pulau kita banyak, tiap pulau harus dijaga tank, tank harus yang canggih, leopard tank paling canggih, jadi ………. udah pas tuh indonesia punya leopard.

  11. Ayo TNI…kami sangat bangga padamu. Beli yg banyak lagi..biar negara tetangga kita yg suka ngusilin kita terlihat seperti Banci

  12. sorak sorak bergembira…bergembira semua..sudah bebas negeri kita..indonesia merdeka….ayo tni maju terus buat kami bangga denganmu…ayo pemerintah dan dpr perbaharui terus sistem alutsista kita. 103 masih kurang luasnya negara kita. tambah 1000 unit lagi.

  13. maju indonesia tingkatkan terus alutsistamu.
    cuman kalo boleh sambil berkarya juga di negri sendiri bikin seperti leopard bahkan kalo bisa lebih biar gak di lecehkan oleh negara lain termasuk itu tuh negara tetangga yang suka gelitik gelitik kita.

    • Kami tidak pernah melecehkan. Cuma kamu hanya salah faham. Lagipun, bukan semua orang baik & bukan semua orang jahat

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+