BUNUH DIRI KLATEN : Diduga Pisah Ranjang Jadi Penyebab, Istri Kades Nekat Gantung Diri

Moh Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Comments Off

Ilustrasi bunuh diri (Dok/JIBI/Solopos) Ilustrasi bunuh diri (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN – Sri Nurul, 38, istri Kepala Desa (Kades) Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Supadi, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di warung miliknya, Minggu (15/9/2013) siang.

Jasad Sri Nurul kali pertama diketahui oleh ibunya sendiri, Ny. Sastro Admojo, ketika berkunjung ke warung tak jauh dari rumahnya di RT 14/06 Dusun Trayu, Desa Kendalsari, sekitar pukul 13.00 WIB.

Begitu memasuki warung, dia dikejutkan dengan sosok tubuh menggantung pada kuda-kuda atap warung. Dia lebih terkejut ketika mengetahui sosok yang menggantung di warung tersebut adalah anaknya sendiri.

“Dia tergantung menggunakan tambang plastik yang biasa digunakan untuk jemuran,” jelas Kapolsek Kemalang, AKP. Suyono, mewakili Kapolres Klaten, AKBP. Nazirwan Adji Wibowo kepada Solopos.com, Senin (16/9/2013).

Suyono menjelaskan setelah jasad diturunkan, polisi dibantu petugas medis memeriksa tubuh korban. Dari hasil visum luar oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau sesuatu yang mencurigakan. Dia menyimpulkan penyebab kematian korban murni karena bunuh diri. Menurutnya, keluarga korban sudah menerima atas kepergian Sri Nurul.

Keluarga sudah membuat surat pernyataan tidak membawa ke jalur hukum yang diketahui oleh dokter dan perangkat desa.

Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena tidak kuat dengan masalah rumah tangga yang mendera dalam beberapa bulan terakhir.

“Ada konflik dalam rumah tangganya. Saya tidak tahu masalahnya seperti apa. Yang jelas pasangan suami istri itu sudah pisah ranjang setelah Lebaran lalu,” ujar Suyono.

Suyono menambahkan, jasad korban lalu dikebumikan di permakaman umum desa setempat. “Jenazah langsung dimakamkan pada pukul 15.15 WIB. Tidak perlu menunggu lama karena keluarga sudah ikhlas dengan kepergian korban,” terang Suyono.

Comments are closed

A- A A+