DEMO TEMBAKAU: Petani Ancam Boikot Pajak

Joko Nugroho/JIBI/Harian Jogja 1

Demo petani tembakau. (JIBI/Harian Jogja/Desy Suryanto)

SLEMAN—Petani tembakau se-DIY sepakat tidak akan membayar pajak daerah. Keputusan ini dikukuhkan petani tembakau saat menggelar demo di halaman gudang tembakau Desa Donoharjo, Ngaglik, Sabtu (19/1/2013).

Keputusan ini berkaitan dengan pengesahan PP No.109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Adiktif Tembakau bagi Kesehatan. Penerapan aturan itu dipandang tidak hanya akan mematikan industri rokok skala besar, juga usaha kecil masyarakat (UKM).

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Sleman, Suwarji mengatakan anggota APTI DIY saat ini sebanyak 12.500 orang yang berada di kabupaten, yakni Gunungkidul, Sleman dan Bantul. Mereka menggantungkan hidup dari tembakau.

“PP ini secara tidak langsung menghilangkan rokok kretek dan secara perlahan-lahan akan menghilangkan mata pencaharian petani. Untuk itu kami memboikot tidak akan membayar pajak jika PP tembakau tetap dijalankan,” jelas Suwarji.

Suwarji menambahkan, rata-rata tiap tahun, industri ini menyumbang kontribusi pendapatan daerah sebesar Rp20 miliar. Diakuinya dari pendapatan ini ada yang kembali untuk petani tembakau namun tidak banyak.

“Saya dengar beberapa daerah mulai membuat Perda terkait PP tembakau ini. Hal ini yang menguatkan keputusan kami tidak akan membayar pajak,” jelas Suwarji.

1 Komentar untuk “DEMO TEMBAKAU: Petani Ancam Boikot Pajak”

  1. Kalau petani beralih ke tanaman selain tembakau semoga lebih sejahtera, lebih halal dan yang utama adalah lebih MENYEHATKAN bagi masyarakat banyak.
    Mari semua yang berkepentingan membantu transisi ini.
    Salam

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+