MACAN MERAPI : Sempat Diduga Punah, Harimau Jawa Muncul di Kemalang

Shoqib Angriawan/JIBI/SOLOPOS 0

Harimau jawa atau Panthera tigris sondaica semacam ini membuat waswas warga Kemalangan, Klaten, awal Juni 2013 ini. (by tigerhomes.org)

KLATEN—Lama tak terlihat orang, harimau jawa atau Panthera tigris sondaica sempat diduga punah. Kalau pun tak punah, para pakar sempat menduga kucing terbesar Pulau Jawa itu berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, di antara wilayah Kabupaten Lumajang dan Malang.

Kini, asumsi itu luntur. Warga kaki Gunung Merapi mengaku sempat melihat macan loreng di wilayah mereka. Macan loreng adalah sebutan akrab hewan buas yang lazim juga disebut harimau jawa itu. Mamalia buas pemakan daging itu sempat dikhawatirkan para ahli sudah punah.

Seandainya pun masih ada, para ahli tak pernah mengungkap dugaan kucing terbesar Pulau Jawa itu ada di seputaran Soloraya. Nyatanya Suwaji, seorang purnawirawan TNI yang tinggal di Desa Bawukan, Kemalang, Klaten memberikan keterangan terperinci terkait macan yang membuat para tetangganya waswas. Ciri-cirinya mengarah ke wujud macan loreng.

Suwaji menegaskan macan yang ia dan para tetangganya lihat bukanlah sejenis kucing hutan atau macan kumbang. Pola warna bulu macan itu lorek, perpaduan warna kuning, putih dan hitam. Badannya pun cukup besar dengan sorotan mata yang tajam.

Di kawasan sama memang dikenal pula kucing hutan atau blacan yang di wilayah lain Nusantara lazim pula disebut sebagai macan akar. Sosoknya sedikit lebih besar daripada kucing domestik di perkotaan, pola warna bulunya monoton coklat kekuningan.

Ada pula macan kumbang dan macan tutul. Mestinya macan kumbang ditandai dengan warna bulunya yang hitam namun di sebagian wilayah Jawa Tengah nama “kumbang” juga digunakan untuk menyebut macan tutul (Panthera pardus melas) yang pola bulunya bertotol-totol kuning, hitam dan putih.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+