KURIKULUM 2013: DPR Nilai Pemerintah Terkesan Buru-Buru

Shoqib Angriawan/JIBI/SOLOPOS 14

SOLO –  Implementasi Kurikulum 2013 yang akan dilakukan pada Tahun Ajaran (TA) 2013/2014 menuai kritik dari salah satu anggota Komisi X DPR, Dedy Suwandi Gumelar. Sebab, dia menilai implementasi kurikulum terkesan terburu-buru.

“Saya menilai implementasi Kurikulum 2013 itu terburu-buru, apalagi saat ini belum ada review konten yang ada dalam kurikulum baru itu,” jelas Dedy saat ditemui wartawan seusai diskusi publik bertema Sejauhmana Pengawasan Masyarakat dalam Proses Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah yang diselenggarakan Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK) di Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) Solo, Rabu (13/3/2013).

Dia juga mengkritisi belum adanya sosialisasi ataupun training of trainer (ToT) bagi guru hingga Maret ini. Apalagi jumlah guru di Indonesia tidaklah sedikit, sebab mencapai lebih dari 2,9 juta guru. “Pelaksanaan master teaching belum dilaksanakan, padahal ini sudah Maret, sedangkan Kurikulum 2013 akan diluncurkan pada Juli. Terus pelatihannya kapan?” tandasnya.

Padahal, rata-rata guru yang dia temui di daerah baru memahami Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam empat tahun terakhir ini, sehingga kurang tepat jika diganti dengan kurikulum yang baru. Padahal, KTSP diterapkan pada 2006 dan harus diganti dengan kurikulum yang baru pada 2013 ini.

Selain itu, KTSP juga belum dievaluasi secara komprehensif untuk mengetahui kelemahannya. Padahal, dia menilai KTSP sangat bagus untuk membangun kreatifitas guru. Menurutnya, kurikulum bukan mata pelajaran yang bisa diganti-ganti dengan seenaknya.

Hingga saat ini yang masih menjadi pertanyaan di kalangan anggota Komisi X DPR yakni pembengkakan anggaran Kurikulum 2013. Menurutnya, Komisi X DPR masih melakukan rapat dengar pendapat dengan sejumlah pakar pendidikan terkait kurikulum baru itu. Awalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya menganggarkan Rp648 miliar dan kini meningkat drastis menjadi Rp2,4 triliun. Anggaran terbesar itu digunakan untuk pengadaan buku yang berisi kompetensi inti dan dasar dari tingkat SD-SMA/SMK.

Sementara itu, Mendikbud, Mohammad Nuh, bersikukuh tetap meluncurkan dan menerapkan Kurikulum 2013 mulai Juli mendatang. Dia menegaskan pelaksanaan ToT bagi guru akan dilaksanakan secara massal pada Juni.

“Kurikulum 2013 insyaallah siap dan dilaksanakan mulai Juli. Untuk pelaksanaan pelatihan massal bagi guru diperkirakan pada Juni,” kepada wartawan seusai meresmikan tujuh bangunan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Senin (11/3/2013).

14 Komentar untuk “KURIKULUM 2013: DPR Nilai Pemerintah Terkesan Buru-Buru”

  1. muhamad nuh, hatinya robot tidak mau mendengarkan kritik dan saran dari tokoh lain

  2. sudah selayaknya dan sepantasnya mendikbud mendengarkan aspirasi para tokoh pendidikan dan guru

  3. siapa takut….maju terus harus rubah…… biar guru sertifikasi ada efeknyaa… masak yang bersertifikasi dan yg belum kok ngak ada bedanya… dan yang sudah berubah….harus dibedakan dari proses pembelajarannya bukan pada hasil nilainya….

  4. Where is the teacher position in this part?

  5. KTSP baru mulai paham, apalagi yang di daerah pelosok, mungkin ada yang belum paham. Saya merasa KTSP sangat mencerdaskan dan sangat tepat dengan pemikiran guru yang maju. KTSP harus dikaji mendlam, kelebihan dan kelemahannya, ikutkan para peneliti baik dosen maupun guru, baru sempurnakan. Jangan sampai mengubah secara drastis-terlalu besar resikonya. Untuk pembelajaran tematik saja sebagian guru SD masih pusing tujuh keliling, kini Kurikulum 2013 ….? Drafnya saja belum sampai di tangan guru. Yang diketahui baru tambahan jam, penghapusan mata pelajaran, penggabungan mata pelajaran.

  6. Buru-buru,maklum sudah dekat pemilu, tak lama lagi presiden ganti baru,menteri baru dan anggaran baru.
    Menghabiskan anggaran dulu, kalau kurikulum tak sesuai, buat anggaran baru utk memperbarui atau menyusun kurikulum baru lagi.

  7. Pak Hasan,kurikulum bukan hanya produk buatan menteri,tetapi merupakan cerminan corak dan generasi bangsa di masa mendatang.Memang banyak sekali keganjilannya.Salah satunya,sebelum uji publik,Mendikbud sudah mengumpulkan penerbit untuk lelang proyek buku kurikulum 2013.Lalu apa gunanya uji publik?Orang bodohpun tahu kalau Mendikbud memaksakan kehendaknya memberlakukan kurikulum 2013.Padahal kurikulum 2013 belum matang,belum ada draft sehingga penulis buku dan penerbit bingung mau menulis apa karena tidak ada dasarnya.Untuk para guru PNS jangan hanya menurut dan pasrah,jangan hanya ABS=ABMS=Asal Bapak Menteri Senang.Kritislah.

    • Mbak Ratna, pak Nur itu ngeyel banget di support pak Bud dan SBY malahan. Gemes memang. Pak Hasan, yang dimasalahkan BURU2nya itu lho….jangan2 ngejar omzet 2014? walahualam deh

    • koreksi: Mendikbud sudah mengumpulkan penerbit untuk lelang proyek buku kurikulum 2013 (baris 2-3) bukan penerbit yg dikumpulkan, tapi percetakan untuk pekerjaan penggandan buku

      • … menteri dan jajaran pengelola pendidikan DI kementriandikbud .. harus dengar dan perhatikan masukan akar rumput ! KTSP SAJA BELUM MAKSIMAL malah ada Kurikulum baru … Guru sih selalu siap … hanya TERKESAN PIHAK KEMENTRIan ADA INDIKASI PROYEK … dan proyek . terkesan menggunakan anggaran yg 20 % dari APBN ADA kesulitan menghabiskan…padahal jika mau perhatikan saran dari BAWAH itu mudah saja dan aman dari penyelewengan ! Namun kerna Nilai Uang demikian besar itu agar tdk muncrat ke daerah maka KEMENTRIAN BERUPAYA MAKSIMAL buat cari untung …sebab di daerah sudah ada APBD yg minimal juga 20 %. Yg jelas semua nanti akan di PERTANGGUNGJAWABKAN DIHADAPAN ALLAH SWT. semoga semua SADAR KELAK AKAN MATI SEMUA !

        • menghabiskan anggaran gampang, berikan saja pada GTT, PTT, dan penghargaan pada mantan GTT, PTT dan dari semua lingkup, mulai dari jajaran Kemennas sampai Kemenag, mereka butuh bantuan, biukan hanya yang sertifikasi saja,

  8. jangan terlalu cepat berkomentarlah kan semuanya masih blum dilaksanakan n juga mash blm banyak yang tahu isi dari kurikulum 2013 yg sebenarnya.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+