PASAR GAYAMPRIT KLATEN : Rp1 Miliar untuk Renovasi …

Moh Khodiq Duhri/JIBI/Solopos 0

 Akitvitas jual beli berlangsung di dalam kompleks Pasar Gayamprit, Desa Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Sabtu (27/7/2013). (Moh Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)
Akitvitas jual beli berlangsung di dalam kompleks Pasar Gayamprit, Desa Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Sabtu (27/7/2013). (Moh Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Suasana lengang cukup terasa begitu Solopos.com menginjakkan kaki di Pasar Gayamprit, Desa Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Sabtu (27/7/2013).

Waktu menunjukkan pukul 09.30 WIB, namun pasar tradisional tampak sepi pengunjung. Hanya terdapat beberapa pedagang yang asik berbincang sembari menata barang dagangan.

“Kalau di dalam kompleks pasar setiap hari ya seperti ini. Pedagang memilih meninggalkan kios dan los supaya bisa berjualan di luar,” ujar Madjid, 50, pedagang Pasar Gayamprit kala berbincang dengan Solopos.com di depan kiosnya.

Pedagang kelontong asal Puluhwatu, Kecamatan Karangnongko tersebut mengakui jumlah pedagang Pasar Gayamprit memang tidak lebih dari 100 orang. Pedagang di pasar tradisional milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten juga tidak berjualan setiap hari.

“Kalau pasar lain pasti lebih ramai pada hari pasaran. Namun pasar ini tidak memiliki hari pasaran. Pasar ini buka setiap hari, namun ya suasananya seperti ini [sepi],” terang Madjid.

Pasar Gayamprit berdiri pada lahan seluas 1.250 meter persegi. Pasar ini memiliki 19 kios dan 58 petak los untuk pedagang. Pasar yang menyediakan komoditas kebutuhan sehari-hari dan perabot rumah tangga ini awalnya merupakan pasar desa. Seiring berjalannya waktu, Pemkab Klaten memfasilitasi pendirian bangunan pasar secara permanen sekitar lima tahun silam.

Hingga kini, kondisi bangunan tampak masih kokoh. Namun terlihat kebocoran atap di beberapa titik. Selain menempati kios yang berada di pinggiran pasar, sebagian pedagang memilih berjualan di pinggir jalan yang menghubungkan Kota Klaten dengan Kecamatan Kebonarum dan Kecamatan Karangnongko ini.

Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 700 meter dari jantung Kota Klaten membuat jalan di depan Pasar Gayamprit tidak pernah sepi oleh kendaraan bermotor. Kondisi itu dimanfaatkan pedagang untuk berjualan di pinggir jalan. Sebagian pedagang lebih nyaman berjualan di pinggir jalan yang ramai lantaran di kompleks pasar cenderung sepi.

Pemkab Klaten berencana merenovasi Pasar Gayamprit pada tahun ini. Pagu anggaran yang disiapkan untuk proyek ini menyentuh Rp1 miliar dari APBD Klaten 2013.

“Pasar Gayamprit merupakan satu dari beberapa pasar tradisional yang kami renovasi pada tahun ini. Beberapa pasar tradisional lain yang direnovasi tahun ini adalah Pasar Wedi, Pasar Keden dan Pasar Puluhwatu,” terang Bupati Klaten, Sunarna.

 

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+