Pegadaian Kembangkan Sistem Online

Asiska Riviyastuti/JIBI/SOLOPOS 0

ilustrasi (JIBI/dok)

SOLO—PT Pegadaian saat ini tengah mengembangkan sistem online untuk memberikan kemudahan kepada nasabah. Jateng dipilih sebagai pilot project pengembangan sistem tersebut.

Kepala PT Pegadaian Cabang Purwotomo, Suhardi, menuturkan sistem online ini dimaksudkan untuk memudahkan dalam pembayaran nasabah. “Dengan menggunakan sistem online ini, nasabah bisa melunasi kredit di kantor pegadaian manapun. Hal ini juga untuk meminimalisir keterlambatan pembayaran nasabah jika yang bersangkutan sedang berada di luar kota,” ungkap Suhardi kepada wartawan di kantornya, Kamis (27/6).

Namun untuk barang yang digadai, menurut Suhardi tetap mengambil di kantor Pegadaian tempat meminjam kredit. Suhardi menuturkan nasabah hanya tinggal membawa bukti lunas dan bisa mengambil barang yang digadaikan.

Suhardi mengakui, pihaknya masih menemui kendala dalam memanfaatkan sistem yang baru dijalankan pada Senin (24/6) ini . Hal tersebut lantaran pegawai Pegadaian belum terbiasa menggunakan sistem tersebut sehingga dalam pelayanan cukup memakan waktu. Lamanya waktu pelayanan disebabkan karyawan belum terbiasa dalam pengisian form dan apabila terlalu lama maka sistem akan kembali ke pengaturan awal dan harus mengisi ulang.
“Untuk hari pertama [menggunakan sistem online] kami sampai pulang dini hari,” kata Suhardi.

Hal yang sama diungkapkan Kepala PT Pegadaian Cabang Nusukan, Frida Nursanti Murni. Frida menuturkan pihaknya memberikan surat pembayaran kredit (SPK) sementara supaya nasabah tidak menunggu lama.

Sementara itu, mengenai kredit macet, Suhardi menuturkan dari Rp30 miliar terdapat Rp500 juta kredit macet. Suhardi menuturkan naiknya kredit macet tersebut dipicu harga emas yang selalu turun. Pada Jumat, menurut Frida tercatat harga emas terus anjlok hingga Rp393.000 per gram.

Turunnya harga emas ini juga membuat pihaknya sulit dalam mencapai target penyaluran kredit. Suhardi menuturkan pihaknya menargetkan Rp13 miliar perbulan namun saat ini penyaluran hanya sekitar Rp11 miliar per bulan yang diperoleh dari lima kantor Pegadaian yang masuk wilayah Cabang Purwotomo.
“Tapi kalau dari bulan ke bulan, kami ada kenaikan penyaluran kredit,” ujarnya.

Menurut dia, pada Januari-Maret penyaluran pegadaian sekitar Rp7 miliar per bulan tapi pada April-Mei naik menjadi Rp7,5 miliar. Suhardi menuturkan kenaikan tersebut karena dipicu semakin banyak variasi barang yang digadai, salah satunya adalah mobil.

“Kalau tahun ajaran baru sampai saat ini tidak mempengaruhi peningkatan penyaluran kredit,” imbuhnya.

Meski harga emas anjlok, Suhardi mengungkapkan hingga kini permintaan investasi emas pun tidak mengalami kenaikan dan cenderung ikut turun. Padahal menurut Suhardi, pihaknya berharap dengan turunnya harga emas ini, maka peminat investasi emas meningkat.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+