Pengurangan Kuota Solar Bersubsidi Rugikan Pengusaha SPBU

MG Noviarizal Fernandez/JIBI/Harian Jogja 0

ilustrasi

WATES-Ketua Asosiasi Pengusaha SPBU Kulonprogo Dalduri menyatakan pengurangan kuota solar bersubsidi yang dilakukan PT Pertamina berdampak cukup besar terhadap nilai keuntungan anggota di wilayahnya.

Akibat pengurangan itu, potensi keuntungan yang dimiliki pengusaha berkurang.

“Kalau hitung-hitungan dagang jelas kami rugi karena potensi keuntungan jadi berkurang,” katanya, Senin (25/3/2013).

Ia mengungkapkan saat ini pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Langkah pengurangan kuota solar bersubsidi di DIY dilakukan pemerintah guna mendorong penggunaan solar non subsidi.

Untuk wilayah Kulonprogo, kata dia,  tingkat konsumsi solar bersubsidi mencapai empat hingga lima ton perhari. Sementara untuk penjualan solar non subisidi, baru mencapai 140 liter perhari.

“Kalau saat ini rata-rata stok solar di SPBU yang ada di jalan utama sekitar tiga ton. Kalau sudah habis, kami akan pesan di Pertamina tapi belum tentu hari ini langsung dikirim. Besok juga belum tentu. Semua tergantung kuota stok yang masih ada di sana,” tambah dia.

Menurutnya, saat ini pengusaha sulit mendongkrak penjualan solar non subsidi. Selain daya beli yang lemah, tidak adanya industri besar di Kulonprogo menjadi penyebab upaya peningkatan penjualan sulit dilakukan.

“Solar jenis itu pemakaianya terbatas. Ceritanya bisa lain kalau di daerah ini banyak industri besar yang gunakan solar non subsidi. Jadi setiap hari jumlahnya cuma segitu,” bebernya.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+