PSS SLEMAN Vs PERSIS SOLO : Pasoepati Belum Berniat Rekonsiliasi

Imam Yuda/JIBI/SOLOPOS 18

Ratusan Anggota Pasoepati saat di berada kawasan ring road Jogja, Minggu (9/6/2013). Meski tak memperoleh kuota tiket, anggota Pasoepati itu tetap mendukung Persis Solo saat melawan PSS Sleman di lanjutan Grup 2 Divisi Utama Liga Prima Indonesia Sportindo (DU LPIS) di Stadion Maguwoharjo, Minggu sore. (JIBI/SOLOPOS)

SOLO – Kerusuhan selalu terjadi dalam pertemuan dua pendukung tim bertetangga, Persis Solo dan PSS Sleman. Tercatat dalam dua musim terakhir, bentrokan antara Persis Solo maupun PSS Sleman di kompetisi Divisi Utama Liga Prima Sportindo (LPIS) selalu berujung kerusuhan.

Terbaru terjadi saat Pasoepati mengamuk di jalan raya Jogja-Solo, Prambanan, karena tak diizinkan masuk wilayah Kalasan untuk mendukung tim kesayangnya, Persis Solo, yang bertanding menghadapi PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Minggu (9/6/2013). Akibat amukan Pasoepati itu setidaknya ada tujuh mobil dan satu sepeda motor yang berplat nomor polisi AB (Yogyakarta dan sekitarnya) terkena imbasnya dengan mengalami kerusakan.

Kerusuhan buntut laga Persis versus PSS ini bukan yang pertama. Musim lalu, bahkan kerusuhan terjadi lebih parah karena berujung bentrok antarsuporter di Stadion Maguwoharjo. Beberapa anggota kedua belah pihak dikabarkan mengalami cedera akibat perseteruan itu.

Terkait pertikaian yang berlarut-larut ini, Sekjen Pasoepati, Anwar Sanusi, mengaku belum berniat melakukan rekonsiliasi. Baginya, kata damai belum bisa terjadi dalam waktu dekat mengingat apa yang telah dilakukan pendukung PSS Sleman baru-baru ini.

“Kalau untuk rekonsiliasi tak semudah itu. Kami diserang lebih dulu oleh mereka. Kami ke sana dan mendapat serangan, masak mau langsung damai. Nanti dulu,” ujar Anwar saat dihubungi Solopos.com, Senin (10/6/2013).

Anwar menegaskan, pihaknya bukan tak mau untuk melakukan rekonsiliasi. Meski demikian, seandainya ada itikad baik, pihak Sleman yang harus memulainya lebih dulu selaku pihak yang melakukan serangan.

 “Silahkan kalau mereka ada itikad baik. Ajak kami ketemuan lebih dulu, duduk bersama untuk membicarakan masalah ini. Tapi apakah ada rekonsiliasi atau tidak, diputuskan setelah pertemuan,” bebernya.

Ketegangan antara kedua kubu, pendukung Persis dan PSS, yang berlarut-larut ini, sedikit-banyak menimbulkan ketegangan warga di antara kedua kota, baik Solo maupun Sleman. Masyarakat Solo yang tinggal di Jogja sempat resah setelah munculnya rumor sweeping plat AD di Jogja, pascakerusuhan. Sebaliknya, masyarakat Jogja yang tinggal atau berdomisili di Solo juga sempat dibuat ketar-ketir menyusul kabar perusakkan plat AB yang terjadi di kawasan Prambanan.

Simak berita menarik lainnya : http://digital.solopos.com/file/11062013/

18 Komentar untuk “PSS SLEMAN Vs PERSIS SOLO : Pasoepati Belum Berniat Rekonsiliasi”

  1. Dho ngrembuk opo kui ! Raono gunane ! Mending nyambut gawe ben duwe duit akeh isoh nyenengke wong tuane. Suporter tai kabeh ! Isohe mung gawe rusuh ! Mbok yo pisan2 dho gawe amal, nyantuni anak yatim lan liyane. Isohe kok mung gawe rusuh. :-P

  2. Arya dwipangga

    Mbok seng akur to yo.

  3. Ya elah kui sekjen solo kok malah ngomong gitu. Sadar ngak sadar perkataanya malah menimbulkan rasa benci kepada kedua suporter. Eling pak jangan jadi BSH yang mewek, legawa dan cari jalan yang terbaik untuk semua. Untung bapak karna pasopati yang cinta damai masih bersabar atas perkataan bapak. Saya sarankan bapak hanya punya kewenangan sebatas itu saja di solo, kalo bapak jadi DPR duhhh gusti remok donya iki.

    • maulana royan mustofa

      sekjen seharus nya memberi contoh yang baik..ucapan juga harus dijaga..mulut mu harimau mu..inget itu pribahasa
      jangan asal jeplak bung

  4. wis lah rasah d gedek2e masalahe nk rep bales nggih monggo ning sing penting tembung burine akur kyo dsik mneh.
    nk akur lak yo kepenak hilangkan rasis n fasis yg berujung anarkis.
    intine ora goleki sopo sng salah nk d pikir tenan sing salah ki yo kabeh sng bener gone gusti Allah tok.
    #sleman,solo dulur dewe
    sleman , BM , paserbumi tunggale dewe

  5. Apa pantes kaya gtw jadi ketua Pasoepati..???
    @Pasoepati klaten, ga tau apa” tu ga usah mbacot, klaten punya club po..? Ga tau malu.. Anak klaten dukung e solo.. Jijik

  6. oe inget2 musim lalu situ ngapain aja di MIS,ngrusak sana-sini,INGET! cocot wae

  7. Skrg supoter jogja bersatu tak bs dikalahkan. Biru,Hijau,Merah dlm lngkup DIY.

  8. Pelita,Persijatim,SoloFC

    Halah PENDUKUNG KLUB GONTA GANTI kog kemruwek!!!!

  9. Snex sampe xiamat

    Pancen pasoepati njaluk di polo ndase. Ora gelem rukun anak pki

    • malah ge reti aku…ning po yo ho o..mboh lah…ming tahun 1988 ono kerusuhan…poyo pki mas…pikiren dewe lah

  10. Setuju bwt yg komentar. . .it bkn memperbaik suasana mlh memperkeruh suasana saja

  11. pasoepati klaten

    setuju mas anwar….
    Mereka yg memulai duluan, pemain qta trluka dan bus qta rusak, 1 motor pasoepati trbakar.
    Pss nang solo ancurrr luwih ancurrr !!!

    Yen damai pasoepati ora bakal lilo lan ora bakal gelem….
    Suporter jogja ki mung suporter sak RT, wani opo yen metu ko jogja !!!

    • buat pasoepati klaten jgn membahayakan wrga klaten yg tdk tau apa2, kami warga DIY tdk terma kl terjadi sesuatu sm team pss yg lwt klaten.

  12. sampe kiamat Jogja tetep anti sm yg namanya pasoepati…

  13. Hai…, Sekjen Pasoepati, Anwar Sanusi, kata-kata mu termasuk provokasi untuk supporter pasopati dan Supporter Sleman dan sekitarnya. kalo situ tidak mau beritikad baik terserah pribadi anda . Yang Jelas kami Warga DIY dan Solo Raya akan mencarimu dimana kamu berada. Jika tidak bisa menarik kata-kata mu itu…!!!

    • setuju

    • pasoepati solo utara

      tidak usah membawa2 nama solo raya kalo ga tau ujung permasalahannya,, dilihat dan dipikir yang memulai duluan itu sapa?? kami tidak mungkin memulai duluan kalo di MIS kami sadar kami ini tamu, kami hanya membalas apa yang menimpa kami,, coba kalo kalian yang diserang duluan apa kalian hanya diam saja?? tidak kan.. saya yakin bentrok yang terjadi tahun lalu itu karena ada provokator yang sengaja memakai ireng2 hanya untuk mengadu domba dan kami sudah sadari itu tp yang baru2 terjadi kenapa ireng2 yang asli hanya diam saja saat syal pasoepati dibakar??? itu menandakan kalian “ireng2 asli” juga mendukung aksi itu.. atas aksi itu kami tunggu permintaan maaf langsung dari anda (ireng2 BCS yng asli).. terima kasih

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+