REKRUTMEN ANGGOTA KPU : Timsel KPU Solo Janji Profesional

Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Comments Off

Solopos.com, SOLO – Tim seleksi (Timsel) rekrutmen calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo masa bakti 2013-2018 menegaskan tak bakal ada konflik kepentingan dalam proses seleksi. Timsel menyatakan proses rekrutmen bakal profesional.

Ketua Timsel, Aidul Fitriciada Azhari, menjelaskan timsel terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi serta profesional.

“Mereka dipilih atas usulan dari masyarakat. Saya kira sudah mewakili. Integritas juga relatif sangat baik di Solo. Umumnya tidak terlibat dalam KPU atau kegiatan Partai Politik (Parpol),” ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Rabu (21/8/2013).

Aidul menerangkan meski timsel diusulkan oleh KPU Solo, namun selama proses penjaringan mereka tak bersentuhan dengan kegiatan KPU. Sekretariat Timsel Calon Anggota KPU Solo sendiri berada di Hotel Grand Setia Kawan.

“Ya harus independen, oleh karena itu tempat pendaftaran tidak sama dengan kantor KPU. Kami juga ada kode etik dalam melaksanakan kegiatan,” terangnya.

Disinggung anggota KPU masa bakti saat ini kembali mendaftarkan, Aidul menjelaskan sejauh ini tak ada batasan terkait hal tersebut. “Sejauh ini menurut aturan yang berlaku tidak ada batasan. Yang sudah menjadi anggota KPU bisa saja mendaftarkan,” katanya.

Terkait tahapan rekrutmen, Aidul menjelaskan pendaftaran dijadwalkan 23 Agustus-27 Agustus. Sementara, proses seleksi administrasi dilakukan 28 Agustus-29 Agustus.

“31 Agustus-1 September kami umumkan. Setelah itu dilakukan tes tertulis, tes kesehatan dan tes psikologi. Kami juga akan melakukan tes wawancara,” jelas dia.

Disampaikannya, timsel bakal memilih 10 calon anggota KPU Solo dari hasil seleksi yang selanjutnya bakal diserahkan ke KPU Jawa Tengah (Jateng). “KPU Jateng akan menyeleksi menjadi lima orang,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Konsorsium Pemberdayaan Institusi Publik (Kompip), Akbarudin Arif, menilai timsel sulit bekerja independen. Pasalnya, timsel diusulkan oleh KPU daerah yang masih menjabat.

“Timsel KPU daerah rawan conflict of interest,” ungkapnya.

Disampaikannya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran peluang calon anggota KPU yang nonincumbent sulit berkompetisi. Lantaran hal tersebut, pihaknya meminta timsel bisa bekerja independen.

Comments are closed

A- A A+