SIPA 2013 : Finalis Putri Indonesia Jadi Maskot SIPA

Ayu Prawitasari/JIBI/SOLOPOS 0


Finalis Putri Indonesia 2012, Rachel Georghea Sentani menjalani sesi pemotretan sebagai Maskot SIPA 2013 yang bertema The Legend, History of World Culture di Studio Seven Touch, Sabtu (22/6/2013). (Ayu Prawitasari/JIBI/SOLOPOS)

Mengambil tema The Legend, History of World Culture, Solo International Performing Art (SIPA) 2013 menampilkan Ratu Sima sebagai maskot. Pemimpin cantik dari mitologi Jawa tersebut menurut rencana akan diperankan oleh salah seorang finalis Putri Indonesia 2012, Rachel Georghea Sentani.

Meski jadwal SIPA menurut rencana masih lama yakni dimulai pada 20-22 September 2013 namun sejumlah tahapan pagelaran akbar itu sudah mulai dilaksanakan. Di antaranya pemotretan maskot SIPA yang dilakukan di Studio Seven Touch, Sabtu (22/6/2013).

Sebagai Ratu Sima, busana yang dikenakan Rachel karya Rory Wardhana sangat sarat dengan makna. Unsur tradisional pada busana maupun aksesoris yang dikenakan Rachel dibalut Rory dengan sejumlah item fashion modern sehingga secara keseluruhan penampikan Ratu Sima sebagai maskot SIPA masih nampak fashionable. Hal itu bisa dilihat dari penggunakan high heels warna keemasan maupun tali ucal merah yang umumnya dikenakan oleh kaum pria atau ksatria.

Dijumpai di sela-sela sesi pemotretan, Rory mengatakan alasan menggunakan tali ucal merah adalah sebagai simbol keberanian. “Memang ucal itu biasanya dikenakan laki-laki. Tapi tali ini sengaja saya taruh sebagai bagian dari busana untuk simbol keberanian. Jadi meski Ratu Sima itu wanita, tapi dia itu ksatria atau berani,” jelasnya.

Rory menambahkan, menggabungkan unsur keberanian dengan feminitas, bukanlah sesuatu yang gampang. Di samping penggunaan sejumlah unsur senjata namun pada beberapa bagian busana, desainer lokal ini sengaja menambahkan beberapa aksesoris manis untuk kesan feminitas. Sebagai contoh adalah hiasan konde merah di bawah mahkota kebesaran, giwang, kalung serta kain panjang merah.

Sementara Pejabat Humas SIPA 2013, Fauzan Natsir mengatakan menyesuaikan dengan tema The Legend, History of World Culture, pertunjukan SIPA akan didominasi dengan performing para seniman dunia yang menceritakan tentang legenda daerah mereka masing-masing.

“Setiap suku pasti punya legenda, setiap bangsa pasti juga punya legenda. Dalam legenda tersirat sejarah kebudayaan masyarakat pendukungnya. Nah dengan tema ini, kami ingin menyampaikan spirit perdamaian untuk digemakan ke seantero dunia,” bebernya.

Mengenai artis dari luar negeri, Fauzan menjawab, baru Malaysia, India serta Korea yang memberikan konfirmasi kehadiran. Sementara untuk artis lokal, imbuh dia, konfirmasi baru diberikan oleh para seniman dari Madura serta Jogja.

Mengaca pada pengalaman SIPA tahun lalu, Fauzan mengaku optimistis SIPA yang digelar di Benteng Vastenburg pada tahun ini akan mendulang kesuksesan yang sama. Sebanyak 4.500 kursi gratis akan disediakan oleh panitia sementara sebanyak 500 kursi VIP dengan tiket senilai Rp250.000 untuk tiga hari juga disediakan sebagai tambahan.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+