WISATA SUKOHARJO: Kelurahan Kenep Diproyeksikan Jadi Desa Wisata

Trianto Hery Suryono/JIBI/SOLOPOS 0

Suasana pertemuan pembahasan persiapan realisasi Kelurahan Kenep sebagai Desa Wisata di Kabupaten Sukoharjo, yang digelar di aula Kantor DPU Sukoharjo, Kamis (21/2/2013). (JIBI/SOLOPOS/Trianto Hery Suryono)SUKOHARJO – Aneka potensi yang dimiliki warga Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo akan dijadikan modal dalam mendukung program Desa Wisata. Tahun ini, tahap awal penataan diharapkan selesai sehingga potensi yang ada bisa berbenah.

Potensi itu di antaranya perajin kuliner, perajin batik tulis maupun lokasi alam di pinggir Sungai Bengawan Solo. Pernyataan itu disampaikan Lurah Kenep, Sugiyatno. Konsep menuju Desa Wisata Eco Cultural dari Kelurahan Kenep itu, Kamis (21/2/2013) masih didiskusikan di Aula Kantor DPU Sukoharjo.

“Program menjadikan Kenep sebagai Desa Wisata bagian dari program PNPM. Konsep itu muncul dari ide-ide warga bahwa sekitar 5 haktare lahan pinggir Sungai Bengawan Solo menjadi lahan tidur yang perlu dimanfaatkan. Semenjak ada normalisasi, lahan pinggir sungai baru dimanfaatkan menjadi tandon air. Warga berharap ada kegiatan lain yang bisa menyejahterakan semua warga sehingga disusun konsep Desa Wisata Eco Cultural,” jelas Sugiyatno.

Dijelaskannya, potensi lain adalah perajin rambak, karak dan jenang, keberadaan mesjid Darussalam dan pembatik tulis. “Tahun ini diharapkan penataan lingkungan selesai. Jumlah industri batik rumahan sebanyak lima tempat. Demikian juga perajin jenang terdapat lima orang dan rambak sekitar 10 orang. Untuk mewujudkan konsep Desa Wisata Eco Cultural diperlukan biaya besar.”

Konsultan kegiatan, Albrifa A Dahana menyatakan, nama Desa Wisata akan menjadi ikon yang menjual walau berada di kelurahan. Menurutnya, ke depan lokasi wisata akan menjadi tujuan setiap orang karena tingkat stres semakin tinggi. “Ada enam lokasi wisata yang bisa dikembangkan di Kenep. Yakni sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo (SBS), Kalimati, Mesjid Darussalam, industri rumah tangga, agrobisnis dan handycraft.”

Menurutnya, semua lokasi wisata akan bernuasan alam mengarah pada hutan kota. “Konsepnya di pinggir SBS bisa dimanfaatkan lahan outbond dan bumi perkemahan. Sedangkan di Kalimati dibuat taman buah dan taman air, jogging track dan cross country.”

Staf bidang tata ruang DPU Sukoharjo, Ibnu Cahyono berharap perencanaan disusun dengan baik sehingga program Desa Wisata terwujud.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)


    A- A A+